PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN
PROYEK-II

Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan

img



img
ANTARA/Hafidz Mubarak A Truk melintas di jalan raya menuju Kawasan Inti IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim, Selasa (15/3/2022). .

TIGA kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP) akan menjadi tulang punggung ketahanan pangan di ibu kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Ada 3 KPHP yang mendukung ketahanan pangan di IKN," sebut Pengendali Ekosistem Hutan di Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XI Samarinda, Imron kepada Media Indonesia, Kamis (24/3). Ia menjelaskan bahwa ketiga KPHP itu adalah pertama, KPHP Meratus yang wilayah kerjanya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kedua, KPHP Bongan yang wilayah Kerjanya di Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Paser serta sebagian Kabupaten Kutai Barat. Yang ketiga, KPHP Telakai yang wilayah kerjanya di Kabupaten Paser dan sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara. "Berdasarkan dokumen rencana kerja yang akan dikembangkan nanti adalah tanaman padi gunung, jagung dan tanaman buah," ungkap Imron.

Selain mempersiapkan aspek ketahanan pangan, sambung Imron, pihaknya juga akan terus mengupayakan penutupan tanaman minimal 65% agar konsep forest city atau hutan kota di kawasan IKN betul-betul terjaga. "Ini jadi salah satu tugas BPHP dan kami bersinergi untuk itu lewat aksi pemulihan ekosisten dan reboisasi," cetusnya. Menurutnya, untuk mewujudkan hutan tanaman menjadi hutan alam itu butuh waktu, minimal 10 tahun." Kami juga akan mendengar rekomendasi forum rektor kehutanan yang dikumpulkan oleh Menteri LHK," pungkasnya. Isma Chairani Hasibuan dari BPHP Wilayah XI Samarinda yang juga Bendahara Program Investasi Kehutanan (FIP) Tahap II berharap kehadiran IKN nantinya bisa lebih mengangkat potensi Kalimantan ke mata Indonesia, bahkan dunia. Setelah sekian lama Provinsi Kaltim dikenal karena tambang dan sawitnya. "Kami berharap akan lebih terangkat potensi-potensi kami termasuk wisata dan jasa lingkungan," sebut Isma saat kunjungan ke wilayah proyek FIP 2 di Kabupaten Paser, Rabu (23/3). UPTD KPHP Kendilo yang berlokasi di Kabupaten Paser, sekitar 169 kilometer jaraknya dengan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, juga tidak mau ketinggalan. Sebab, mereka akan menjadi kota satelit bagi IKN nantinya. "Kami akan memberi kontribusi pada keberadaan IKN. Kami ingin berperan dan ingin lebih dilihat lagi sebagai KPH," kata Kepala KPHP Kendilo, Muhammad Hijrafie. (H-3)

Zubaidah Hanum | Humaniora
Sumber: https://mediaindonesia.com
 


×

Informasi pengguna


Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

  • user

× Avatar
Lupa sandi?

×

Informasi pengguna


Belum ada komentar

Pengaduan GRM :