PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN
PROYEK-II

Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan




img
Penebangan liar di wilayah KPH Tanah Laut.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lagi, ditemukan di pembalakan liar hutan lindung di Kalsel diciduk Dinas Kehutanan Kalsel. Menariknya aktifitas penebangan di wilayah hutan lindung wilayah KPH Tanah Laut di Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambangulang tersebut bukan untuk dijadikan kayu olahan misalnya balok dan papan melainkan dijadikan serbuk.

"Menurut penuturan supir truk yang akan mengangkut potongan batang pohon yang kita temukan, kayu tersebut nantinya dicacah menjadi serbuk bukan untuk kayu bahan bangunan," jelas Kasi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel, Haris Setiawan Jumat (26/3/2021).

Kayu yang diamankan di lokasi ditemukannya penebangan liar jelas Haris adalah kayu rimba campuran yang kualitasnya agak rendah. Diduga kayu-kayu tersebut tak diolah di lokasi penebangan namun di rumah produksi pelaku yang diduga di Tambangulang juga.

Serbuk kayu menurut pengakuan supir akan dijual ke peternak ayam. Haris mengakui kayu hasil hutan lindung dijadikan serbuk untuk dijual ke peternak merupakan hal baru dalam tangkapan Dinas Kehutanan. Biasanya kayu di dalam hutan lindung ditebang untuk dijadikan balok atau kayu olahan dan limbahnya dijual ke peternak.

Saat didatangi ke lokasi penebangan yang tak jauh dari Jalan A Yani yakni tiga kilometer ke dalam hutan Dishut Kalsel hanya menemukan satu unit truk beserta supirnya, beberapa potongan kayu, mesin chainsaw. Sebelumnya pada saat akan dilakukan penangkapan Rabu (24/3/2021) KPH Tanah Laut meminta bantuan Dinas Kehutanan Kalsel karena di lokasi penebangan diduga ada sepuluh orang pelaku.

KPH Tanah Laut yang hanya ada lima orang yang akan meringkus pelaku penebangan pohon dan tak disertai dengan senjata api membuat Dishut Kalsel mengirimkan bantuan ke Desa Sungai Jelai. Namun sayangnya saat tiba di lokasi, hanya tersisa supir dan truk yang belum memuat kayu-kayu hasil tebangan. "Barang bukti sudah kita amankan dan supir kita kenai wajib lapor.

Pelaku penebangan masih belum diketahui, kita masih penyelidikan. Kita harapkan mereka tidak lagi melakukan penebangan," jelasnya. Oleh karena itu KPH Tanahlaut terangnya diminta untuk terus melakukan patroli agar kegiatan penebangan pohon tak lagi dilakukan oleh para pelaku. "Lokasi juga sudah kita police line," ujarnya.

Penangkapan perambahan hutan lindung di Tanah Laut sebelumnya juga sempat dilakukan di tahun 2020 saat adanya penambangan emas di hutan lindung. Akibat tambang di hutan lindung itu juga diduga menjadi penyebab terjadinya longsor saat banjir Kalsel Januari 2021 kemarin. Banjarmasinpost.co.id/Milna

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=1PrBxn9voOo&t=10s


×

Informasi pengguna


Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

  • user

× Avatar
Lupa sandi?

×

Informasi pengguna


Belum ada komentar

Video Kegiatan