PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN
PROYEK-II

Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan




img
Panorama alam yang indah tersaji sejak menapaki jalur menuju Loksajukung, wilayah Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (15/12/2020). .

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Meski memiliki beragam potensi yang sangat prospektif, namun tak mudah bagi Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, menetapkan Loksajukung di Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, menjadi objek wisata lokal di Bumi Tuntung Pandang. Dinas Pariwisata Tanahlaut secara khusus telah melakukan survei lokasi hingga beberapa kali. Termasuk menggandeng perguruan tinggi ternama dari Pulau Jawa. Terkini, rombongan Dispar Tala menjajal kemping di Loksajukung, dua pekan lalu.

"Saat ini masih tahap indentifikasi saja, belum sampai ke arah pengembangan karena perlu duduk bersama dengan KPH (Kesatuan Pengelolan Hutan). Perlu kejelasan titik batas hutan lindung yang ada di Loksajukung," papar Ismail Fahmi, ketua Tim Penggalian Potensi Wisata yang juga Kepala Dinas Pariwisata Tanahlaut, Selasa (15/12/2020).

Selain itu, lanjutnya, perlu membuka komunikasi dengan masyarakat setempat. "Jika dua hal itu sudah bisa jalan, baru dipikirkan dan direncanakan formula pengembangannya.

Memang cukup potensial dijadikan objek wisata, tapi masih banyak lagi yang perlu disiapkan," tandasnya.

Dikatakannya, panorama eksotis di Bukit Loksajukung antara lain memiliki keindahan panorama berupa perbuktian yang dapat dilihat. Juga, lanskap permukiman Kota Pelaihari yang sangat indah dipandang saat malam. Juga dapat melihat tenggelamnya matahari secara jelas. Keunikan tersendiri dapat dinikmati di Loksajukung. Selain memiliki keragaman flora, fauna, juga tersaji pemandangan melihat langsung lanskap pemukiman ibu kota kabupaten (Pelaihari) yang jarang ditemui dari bukit dan gunung lain di Kabupaten Tala. Selain itu ditemukan air terjun yang masih alami sehingga menambah keunikan kawasan Loksajukung berbeda yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

Suasana pagi saat berkemah di Loksajukung

Ketersediaan air, kemudahan memperoleh dan jarak yang dekat dengan sumber air setempat juga memudahkan para pendaki untuk melakukan kegiatan wisata tracking maupun sata berkemah. Lebih lanjut Fahmi menuturkan ada beberap hal yang perlu dipikirkan untuk pengembangan Bukit Loksajukung ke depan. Di antaranya, di sekitar lokasi belum ada penginapan, warung makan/minum, sanitari atau toilet umum maupun parkir yang dikelola secara terorganisasi. Belum mempunyai tempat penjualan souvenir atau cenderamata wisata juga salah satu hal yang perlu direncanakan.

Aspek aksesibilitas cukup nyaman. Kondisi jalan menuju Desa Ketapang dari Kota Pelaihari sangat baik dan mudah dilalui dengan roda empat dan angkutan massa lainnya. Jaraknya sekitar kurang lebih 6 kilometer dengan waktu tempuh 13 menit. Sedangkan jarak mendaki Gunung Batu Kora hingga ke puncak Bukit Loksajukung memerlukan waktu kurang lebih 30 menit dengan kondisi jalan masih berupa tanah. Kontur kemiringan tanah masih sedang. Namun menuju puncaknya dari arah permukiman Desa Ketapang mengalami kemiringan yang mulai tinggi. Sepeda motor tidak mampu melalui, sehingga perjalanan dilanjutkan mendaki.

 

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Tempat Wisata Loksajukung Kabupaten Tala Bakal Ditambah Fasilitas, https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/12/15/tempat-wisata-loksajukung-kabupaten-tala-bakal-ditambah-fasilitas?page=2.
Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono


×

Informasi pengguna


Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

  • user

× Avatar
Lupa sandi?

×

Informasi pengguna


Belum ada komentar