PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN
PROYEK-II

Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan




img
Desa Pelat.

Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, dijadikan sentra pengembangan dan pembelajaran Lebah Trigona di Sumbawa. Peresmiannya dilakukan langsung oleh Dirjen Pengelolaan Hutan Produk Lestari (PHPL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Dr. Ir. Ida Bagus Putra Pratama dan Wakil Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, di salah satu kebun warga Pelat, Kamis (28/04/2016).

Kepala Kantor Pengelolaan Hutan Batulanteh (KPH), Julmansyah, selaku inisiator kegiatan, mengatakan, alasan pemilihan Pelat sebagai lokasi sentra pengembangan dan pembelajaran Lebah Trigona di Sumbawa, karena di lokasi tersebut kurang dari dua tahun secara swadaya mengembangkan rantelan atau Lebah Trigona. KPH hanya memfasilitasi tehnis budidaya dan sedikit bantuan pengetahuan kepada petani di Pelat.

Sedikitnya, ada tiga kelompok besar di Pelat ditambah satu kelompok di Dusun Sampa, Desa Kerekeh dan Desa Batudulang. Ada 180 kotak stuk (rumah lebah Trigona) tersebar di kebun dan rumah warga dilakukan selama dua tahun.

“Ada kemauan yang keras dari teman-teman petani di Desa Pelat sehingga mereka mampu mengembangkan 780 kotak stuk,” ungkap Julmansyah.

Sejak satu setengah tahun yang lalu sambungnya, ada sekitar 3000 mili liter atau 30 liter madu Trigona yang bisa dipasarkan para petani petenak Lebah yang difasilitasi KPH Batulanteh, dan dipasarkan melalui suatu UMKM di Sumbawa.

Sebenarnya kata Julmansyah, pihaknya sudah memiliki propolis yang merupakan produk lain dari Lebah Trigona yang menjadi obat-obatan yang cukup popular di Indonesia. Akan tetapi karena teknologinya cukup tinggi, maka bekerjasama dengan Fakultas Tehnik Kimia Universitas Indonesia.

“Ke depan kami akan bekerjasama dengan para peneliti di Universitas Pajajaran, sehingga teman-teman bisa mengirim bahan baku ke Bogor dan menghasilkan propolis dari Sumbawa,” kata Julmansyah.

Di samping itu, Julmansyah juga mengutarakan bahwa di Desa Pelat ada suatu proyek yang dibiayai ASIAR, WWF, CIFOR dan lainnya, untuk mendukung rencana pemasaran para peternak Lebah tersebut.

Kegiatan tersebut mendapat respon sangat positif dari Wakil Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, yang mana Wabup menilai bahwa beternak Lebah Trigona tersebut menjadi motivasi baru dengan membuat pola baru.

“Hasil kerja ini sangat sederhana, tapi lebih utama dengan usaha ini ke depannya perlu menjaga lingkungannya, karena tidak mungkin akan ada madu kalau tidak menjaga lingkungannya. Tidak akan ada madu tanpa ada bunga,” kata Wakil Bupati.

Dalam membangun masyarakat kawasan hutan kata terang Wabup, pemerintah tidak bisa sendiri. Dengan kompleksitas masalah yang dihadapi saat ini diperlukan kolaborasi semua pihak untuk tujuan yang sama, yakni masyarakat di sekitar hutan berpenghidupan yang lebih baik dan sumber daya hutan tetap lestari.

“Itulah yang akan kita kembangkan dua-duanya, hutannya tetap lestari, masyarakatnya tetap sejahtera. Sebab ada kecenderungan saat ini hutan dirusak masyarakat di sekitar hutan. Sehingga dengan upaya pengembangan usaha seperti ini patut dilakukan,” terang Wabup.

Dengan cara seperti inilah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan, di lain sisi hutan dapat dijaga.

Wabup mengutarakan, apa yang dilakukan masyarakat tersebut merupakan langkah awal yang akan juga dilakukan Pemerintah Daerah agar Sumbawa menjadi daerah penghasil madu unggulan di Nusantara.

Tentu tambah Wabup pasti ada tantangan yang akan dihadapi. Untuk itu, keberadaan KPH bersama SKPD lainnya harus mampu menjawab tantangan pengelolaan hutan dan kebutuhan masyarakat di kawasan hutan.

“Untuk itu dibutuhkan usaha dan komitmen kuat. Adanya inisiatif yang tidak berhenti sampai di sini,” pungkas Wabup Sumbawa.

Dirjen PHPL Kemen LHK, Dr. Ir. Ida Bagus Putra Pratama, menyampaikan bahwa salah satu yang dicanangkan dalam nawacita Presiden ialah membangun masyarakat dari pinggiran, membangun Indonesia dari pinggiran dan meningkatkan produktifitas rakyat.

“Saya rasa apa yang kita lakukan pada kesempatan ini secara langsung telah mengimplementasikan apa yang dikehendaki Presiden. Saya sangat apresiasi yang tinggi kepada Bupati dan Wakil Bupati terhadap dukungannya yang tinggi untuk kegiatan ini. Juga penghargaan kepada KHP, tentu juga bagi warga masyarakat Pelat yang sangat inovatif yang tinggi,” ungkap Ida Bagus Putra Pratama.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat gembira dengan perkembangan ini, dan mendukung penuh menjadi sentra pembelajaran dan pengembangan Lebah Trigona. Karena banyak sekali kegunaan dari lebah ini, seperti madunya, propolis dan propolennya.

 

SUMBER :  https://www.beritasumbawa.net/2016/04/desa-pelat-jadi-sentra-pengembangan-dan-pembelajaran-lebah-trigona-sumbawa/


×

Informasi pengguna


Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

  • user

× Avatar
Lupa sandi?

×

Informasi pengguna


Belum ada komentar